TRUNYAM yang “kurang welcome”
Pengalaman kami berlibur di bali, rencana mau ke trunyam gagal. Setelah turun menyusuri danau kami (2 mobil) dah di ikuti 5-6 sepeda motor yg “menawarkan jasa” pengantar. Padahal kami dah bawa guide sendiri/ yng sebenarnya sudah cerita ” kurang welcome nya” orang trunyam sendiri/ yg sebenarnya merugikan visata trunyam. Akhirnya kami putar balik tidak jadi sampai trunyam karena keluarga sdh ngeri kepada “mereka”. Dan dngan beberapa puluh ribu rupiah akhirnya kami putar balik tdk jadi ke TRUNYAM.
BENAR kata guide kami trunyam surut karena oknum2 orang trunyam sendiri, sehingga banyak travel biro yng tidak mengikut sertakan TRUNYAM sebagai kunjungan wisata, karena biro tidak mau di complain peserta wisatanya. Dan masih ada rumor ninor trunyam yng lain.
Mudah2 an pengalaman kami terkikis dengan berjalan nya waktu.__
TRUNYAM yang “kurang welcome”
Pengalaman kami berlibur di bali, rencana mau ke trunyam gagal. Setelah turun menyusuri danau kami (2 mobil) dah di ikuti 5-6 sepeda motor yg “menawarkan jasa” pengantar. Padahal kami dah bawa guide sendiri/ yng sebenarnya sudah cerita ” kurang welcome nya” orang trunyam sendiri/ yg sebenarnya merugikan visata trunyam. Akhirnya kami putar balik tidak jadi sampai trunyam karena keluarga sdh ngeri kepada “mereka”. Dan dngan beberapa puluh ribu rupiah akhirnya kami putar balik tdk jadi ke TRUNYAM.
BENAR kata guide kami trunyam surut karena oknum2 orang trunyam sendiri, sehingga banyak travel biro yng tidak mengikut sertakan TRUNYAM sebagai kunjungan wisata, karena biro tidak mau di complain peserta wisatanya. Dan masih ada rumor ninor trunyam yng lain.
Mudah2 an pengalaman kami terkikis dengan berjalan nya waktu.__